BelieverBelieberInnerCircle

Super Kawaii Cute Cat Kaoani

Live Love Life

Do you know you're an angel? Who forgot how to fly?~ Justin Bieber-Fall

Keep Calm and Listen to Music

I think a part of me will always be with you~

Live to Write

I write. Although I write nonsense, at least I've written a writing.

Home

I always wonder why I always want to go home everytime I far away from it yet it is just still the same.

Reading is the sweetest escape

A book A Day Keep Reality Away

Kamis, 31 Desember 2020

What Hapened in 2020

Hello everyone! 

I am back. 

I want to write something before 2020 real end. This is just some thoughts in mind that I want to share here, idk if someone will read this. I am fangirling a lot this year. Efek konser Winner tahun lalu, euphorianya  masih kerasa. Hidup itu selalu seimbang. Yea begitulah, setelah hari-hari seperti dipenuhi euphoria karena Winner, datanglah musibah dunia yang mengacau balaukan kehidupan di bumi. Kemudian, apa saja hal-hal yang berkesan di tahun ini. 

The first one is about my life as a hardcore fangirl this year. Karena konser Winner, aku jadi punya beberapa teman baru. Awal tahun bulan Januari, aku ikut acara SeungSeung birthday di salah satu tempat karaoke di Denpasar. Itu adalah acara kpop unofficial yang aku ikutin. Lucu dan seru si. Kita kayak ngerayain ulang tahun idola kpop bareng, padahal mereka sendiri kayaknya ga tau kita tu ngerayain ultahnya. Tapi inti dari acara kayak gini bukanlah mereka tau ato nggak, tapi kita yang sesama suka kpop dan mengidolakan orang yang sama bisa ngumpul bareng itu yang penting. Apalagi tempatnya di karaoke, jadi bisa nyanyi bareng dan seru-seruanlah. Dapat banyak freebies juga, kayak photocard Winner. Waktu itu juga lagi rame Any Song Challenge miliknya Zico. Kita ikut buat video gitu disana, seru juga si bisa join challenge nya itu. Intinya si aku having fun there walaupun masih agak kikuk, karena aku orang yang agak sulit berbaur dan need time to close with someone, apalagi a group. Tapi mereka baik-baik semua, jadi walaupun aku kikuk, tapi aku bisa menikmati acaranya itu. 

Ini Any Song challenge anak Inseo Bali.

Hal lain tentang Kpop yang cukup mengesankan di tahun ini adalah aku yang akhirnya kena korban kapitalisme LOL. Jadi Winner rilis full album dengan judul Remember, sebelum Winner hiatus karena Jinu dan Hoony pergi wajib militer. Sedih. Sangat sedih. Rasanya seperti ditinggal saat sayang-sayangnya. Jadilah aku beli album mereka. harganya sugguh lumayan, dan aku belinya saat pandemi mulai menyerang Indonesia. Dan Mino collab sama Nivea ngeluarin lipbalm yang bungkusnya di design sama Mino, alhasil, aku kepincut buat beli... padahal aku bisa dapetin 4 lipbalm dengan menggunakan uang yang aku pake buat beli lipbalmnya si Mino. Tidak apa si, lumayan buat jadi cerita saat tua nanti. Saat ultah Mino bulan Maret, sebenarnya bakal ada acara sama anak-anak Inner Circle (nama fans Winner) tapi batal karena pandemi ini. Sedih, padahal acaranya pasti seru. Kemudian ulang tahun Jinu sudah dipastikan tak ada acara, tapi teman-teman Inner Circle yang di Jakarta buat event dan fans-fans luar kota bisa ikut. Kita cukup bayar ongkir aja, dan nanti bakal dikirimin freebies berupa photocard dan cup sleeve. Menurut ku event kayak gini tu seru si, nge hype idol bareng walaupun online. 

Winner and Inner Circle berperan penting di tahun 2020. Awal tahun aku sempat sakit dan opname beberapa hari. Selama dirumah sakit yang aku lakukan adalah menonton video Winner di You Tube. Aku belum terlalu mengenal mereka, aku tonton hampir semua acara mereka yang tahun-tahun lalu. Seseorang berkata saat kita lagi down, kita ga boleh fokus ke hal itu, misalnya lagi sakit, jangan terlalu sedih dan fokus ke rasa sakit itu, carilah hal lain yang menyenangkan. Alhasil, aku cepet sembuh, aku banyak tertawa karena video-video Winner yang lucu-lucu. Selain itu, aku juga dapat beberapa teman baru. Dan di 2020, aku lebih banyak menghabiskan waktu online, terutama di Twitter. Hahahahahaha 

Seperti yang kalian tau, dunia tahun ini mengalami musibah Covid 19. Hal ini benar-benar membuat banyak orang resah, banyak yang kehilangan pekerjaan, banyak yang dirumahkan. Bahkan sampai hari ini masih ada teman-teman ku yang di rumahkan. Aku sangat bersyukur aku masih bekerja, walau sempat di rumahkan 3 bulan (Mei-Juli). Tapi selama dirumahkan, aku tetap dapat gaji dan BPJS tetap di tanggung. Sungguh, aku sangat bersyukur akan hal itu. Aku baru menyadari hal ini di akhir tahun. Selain itu, aku juga belajar tentang sales di kantor. Aku mulai belajar untuk ikhlas, selalu bersyukur, dan selalu melihat sisi terangnya. Mungkin ini bukan pekerjaan impian ku, tapi aku mendapatkan rejeki dari ini. Aku masih bisa menabung dan berbelanja. Bukankah ini adalah sebuah berkah? Tentu saja. Aku sangat bersyukur akan hal ini. Tentunya aku berharap keadaan berangsur-angsur membaik kedepannya. Pariwisata dibuka dan semua aktifitas bisa kembali normal. 

Tentang pencapaian di tahun ini, mmm aku rasa aku lebih banyak mendapat "mental" achievement. Aku mulai belajar untuk ikhlas tentang hal-hal yang biasanya membuatku marah dan kesal. Aku banyak berpikir tentang banyak hal. Aku berharap, aku menemukan hal yang benar-benar aku sukai dan tekun menjalaninya. Semoga mimpi aku travelling ke tempat-tempat yang belum pernah aku kunjungi terwujud. Anyway, ada beberapa list-list hal yang ingin aku lakukan di tahun 2021. 

1. Aku ingin mencoba paralayang. Sungguh aku baru tau di Bali ada paralayang! Bulan Desember ini ada diskon sebenarnya, tapi cuaca tidak mendukung, jadi tahun 2021 yes!

2. Mencoba makanan baru. 

3. Belajar skill-skill baru dan belajar bahasa asing kayak Korea. Kali ini harus serius ye.

4. Mulai investasi.

5. Buat bisnis sampingan. 

Sementara itu aja si yang kepikiran ahahahahah. 

Anyway, tahun ini aku juga mendaki, udah aku post ceritanya. Terus aku juga rafting ke dua kalinya bersama teman-teman di kantor. Dan banyak yang lainnya hahahahaahah 

Ini foto-foto waktu rafting.

Semoga tahun 2021 semua mimpi-mimpi dan keinginan yang belum terwujud bisa terwujudkan. Semoga aku menemukan hal yang benar-benar aku inginkan. 

Stay healthy and safe. Eat Well, Sleep Well, and Rest Well. Plus Stay Well! 



Rabu, 10 Juni 2020

I am a Belieber (True Story)

Hello, I'm back.
Aku ingin sharing tentang diriku yang seorang Belieber. As you know that Belieber is the name of Justin Bieber's fans. His truly fans. Belieber adalah orang-orang yang mendukung karya-karya Justin Bieber dan tentu saja menikmatinya. I think all people like his songs. Just admit it! LOL.

This is an edited pic that I did when I was 15 y.o. :'D 

Aku udah jadi Belieber sejak 2009, I guess, saat dia rilis lagu One Less Lonely Girl. Aku benar-benar menyukai lagu itu. Aku mendengarkannya di radio, radio favoritku di Bali, Phoenix Radio. Aku pikir Justin itu cewek karena suaranya itu benar2 lembut dan adem banget. Waktu itu dia masih kecil dan belum puber, so his voice is kinda cute. Sampai suatu hari kakak meminta ku untuk menemaninya ke warnet untuk buat tugas, disanalah awal aku tau Justin itu cowok, cowok yang cute dan tampan. Agak shock juga si. Sejak saat itu aku search2 information about him. Until he released his famous song Baby. Like who doesnt know that song? Lagu yang benar2 bagus dan irama yang ceria, walopun lu ga ngerti artinya tapi lu tetap suka. Itulah yang aku rasakan. I'm so bad at English at that time. But I love that song, that English song by Justin Bieber. From that time, my life also changed a little bit. Aku jadi suka ke warnet, dan tau kan dulu internet tu ga secanggih sekarang. Untuk menonton Music Video Baby yang kira2 3 menitan itu perlu waktu 30 menit karena sinyal yang sangat-sangat jelek. Dan aku dengan setia dan sabar menonton MV 3 menitan itu selama 30 menit. Aku juga sering2 ke warnet untuk akses2 apapun di internet. Aku belajar dengan cepat, waktu itu aku sangat takjub dengan internet, terutama google. Waktu itu aku masih kelas 2 SMP kalau tidak salah, dan aku belum punya komputer di rumah, di sekolah pun fasilitas internet dan komputer masih sangat terbatas. Pokoknya dulu rajin banget ke warnet, main game lah, cari2 info2 Justin, dan disanalah aku belajar buat akun sosial media which was Facebook. Aku banyak punya akun FB waktu itu, dulu masih agak gaptek dan katrok, jadi masih belum leluasa untuk main internet apalagi sosmed. Di warnet itu juga aku belajar tentang cara mendownload lagu, dibantu sama mbak2 warnet si hehehe. Mbaknya baik banget si mau ajarin dan bahkan ngasi banyak file mp3 yang dia punya. 
One day, Justin ngadain world tour dan Indonesia adalah salah satu negara yang dia kunjungi. Waktu itu dia benar2 populer dikalangan anak2 remaja macam gue. Indonesia yang negara kepulauan membuat ku agak sadar diri kalo mau nonton konsernya Justin perlu banyak uang. Uang untuk tiketnya yang dulu kalo ga salah seharga sejutaan, which was a very very much money for me at that time, then the transportation needs lots of money too n aku masih berstatus anak SMP. Aku tidak berharap banyak juga, sudah sadar diri waktu itu. Ditambah aku yang duduk di kelas 3 SMP akan menghadapi Ujian Nasional sehari setelah konser Justin diadakan. Memang waktu itu belum waktunya :') 
Time flies, aku udah jadi anak SMA dan kegilaan ku sama Justin Bieber masih tetap sama. Dulu aku sampe tau rumah sakit mana Justin dilahirkan, sampe selimut ungu yang dipakaikan kepadanya waktu dia lahir dan ungu menjadi ikonnya Justin. Dan warna ungu menjadi sangat populer dan bukan lagi warna yang dikesampingkan. Kalian tau kan ungu itu di artikan sebagai warna janda. Gila memang, gimana bisa warna ungu diasosisikan dengan janda. Sampe sekarang pun ungu menjadi warna populer. Intinya aku banyak dapat info2 spesific tentang Justin. Where did I get that info? Dari sosmed like Facebook. Aku sendiri heran dimana fans2 itu mendapat info kayak gitu. And aku juga baca2 tentang Justin yang follow fans di twitter. So, aku juga ga mau ketinggalan, aku buat akun twitter tahun 2009 padahal waktu itu aku benar2 tidak tau bagaimana menggunakan twitter, aku ga ngerti maksut RT RT ditwitter itu apa. Dan waktu itu aku sempat buat tweet ke Justin minta agar dia follback aku di twitter. Asli ngakak waktu baca tweet itu :'D Oww iya, waktu SMA bapak beliin laptop buat aku dan kakak ku. Dan disana kegilaan ku semakin menjadi2 LOL :'D (gila yang postif ya).  Waktu itu masih pakai modem buat bisa akses internet, dan itu sudah cukup buat aku bahagia karena ga harus ke warnet lagi. Jika kalian tau akun FB ku, disana ada banyak foto2 tag Justin Bieber dari beberapa fanpage di Facebook, mungkin ada ribuan foto Justin yang di tag di akunku. 



Perjalanan Justin menjadi seorang bintang yang bersinar sangat terang waktu itu benar2 menarik perhatian banyak orang. Maka dari itu Justin buat buku yang ditulis sendiri dengan judul "First Step 2 Forever". Aku masih ingat Angel, seorang penyanyi jebolah Idola Cilik, merekomendasikan buku itu, dan dia bilang buku itu wajib dimiliki oleh Belieber. Aku yang ga tau dimana dan bagaimana bisa dapatin buku itu hanya menonton dengan seksama. Until one day, kakak ku mengajak ku ke Gramedia. Rencana awal nya aku mau beli tas sekolah, but I saw that book! Buku itu dijual di Gramedia. Tanpa pikir panjang, aku langsung beli buku itu dan batal beli tas sekolah :'D. And you know what? Magic always happens to me from that moment. I'll tell this story next time, because this post only focus about Me as A Belieber. Dan seorang penulis biografi yang pernah menulis biografi Michael Jackson juga menulis buku tentang Justin Bieber. 



Ada banyak hal positif yang aku dapatkan dari semua hal yang aku alami selama menjalani hari2 dimana aku menyukai Justin as my fav singer.  First, wawasan ku tentang dunia menjadi sangat luas dan terbuka. Waktu kuliah dulu, dosenku meminta kita untuk membawa barang berharga yang kita miliki dan ceritakan kenapa barang itu berharga. Aku membawa buku itu, buku Justin, ke kelas dan mengatakan ke dosenku dan teman2 bahwa buku itu berharga untukku. Sebenarnya bukanlah buku itu yang berharga, buku itu sebenarnya hanyalah salah satu bukti fisik. Karena aku ngefans sama Justin juga aku jadi belajar Bahasa Inggris dengan tekun. Aku adalah siswa yang membenci pelajaran Bahasa Inggris waktu kelas 1 SMA. Aku menulisnya sendiri di buku paket Bahasa Inggrisku, kalo aku tidak menyukai pelajaran itu, which was actually because of my attitude and motivation played the role at that time that made me hate English. Setelah aku sadar bahwa di era yang maju dengan kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi, and I live in Bali, English is very very important. Tiba2 saja waktu kelas 3 SMA aku mendapat inspirasi untuk tekun belajar Bahasa Inggris. Aku ikut kursus Bahasa Inggris bersama sahabat ku. And there's funny story of it, almost all students di tempat les itu ikut kursus karena ingin bekerja di hotel dan restaurants. Dan aku? Salah satu alasanku adalah karena aku ingin bertemu Justin Bieber dan bisa berbicara dengannya. Ketika aku baca catatan les ku, sumpah aku ngakak sendiri dan heran sama diri sendiri. Tapi tentunya ada alasan lain kenapa aku ikut les, aku ingin melanjutkan study di Undiksha, which I did, dengan jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Aku selalu takjub sendiri setiap mengingat momen2 itu. Aku yang terkenal sebagai siswa yang yaa cukup pintar matematika :'D dan memilih jurusan IPA di SMA memilih kuliah jurusan Bahasa Inggris. Dan aku melakukannya, dan aku melewatinya. 
Menjadi fans Justin juga banyak membantuku dalam menyelesaikan tugas2 sekolah dan kampus. Sebagai fans, kita pasti tau nama lengkap idola kita, tanggal lahir, alamat, dan other basic info about our idol, so waktu ujian praktek Bahasa Inggris SMA aku menceritakan biografi Justin yang kebetulan waktu itu guru meminta untuk menceritakan biografi seseorang. Dan ujian itu berjalan dengan sangat mudah, aku ingat dengan sangat baik tentang hidup Justin, dan aku mendapat nilai yang memuaskan waktu itu. Kemudian waktu kuliah juga sama, aku sudah ceritakan diatas hehe dan ada beberapa tugas yang aku buat tentang Justin which I already forget about it. Ketika kita menceritakan hal2 yang membuat kita bahagia, semua terasa menjadi mudah dan menyenangkan. Dan itulah yang aku rasakan waktu aku membuat tugas2 itu LOL. 
Menjadi seorang fans itu tentu tidak hanya membahagiakan, tapi ada juga momen menjengkelkan which is di bully teman. Syukurnya aku memiliki telinga yang cukup tebal LOL. Aku tau diri bahwa aku adalah seorang penggemar. Aku menyukainya tapi bukan berarti aku ingin memilikinya. I'm professional enough about that case LOL. Walaupun emang agak jealous sama pacar2 Justin hehehe. Aku membaca kisah hidupnya dan mengambil sisi positifnya. Aku juga tau bahwa idolaku itu juga seorang manusia seperti ku. Dia bukanlah Tuhan yang sempurna. So when Justin did some mistakes and people started to hate him bahkan sampe dia depresi dan ambil jeda dari dunia hiburan, aku masih mendukungnya. Itu adalah tantangan dan pelajaran untuknya, which I can learn from his experience too. Tapi sekarang dia sudah balik lagi ke dunia hiburan dan merilis album dengan judul CHANGES. Aku rasa, musik Justin terus tumbuh sesuai dengan perjalanan hidupnya. Aku pun tumbuh seiring dengan perkembangan lagu Justin juga. And I'm so proud of it. 
Dan tentunya menjadi penggemar Justin membuat ku memiliki mimpi2 besar dan I'm on the way. Ada banyak berita buruk tentang Justin dulu, tapi tidak banyak yang tau hal2 positif yang dia lakukan. Salah satunya adalah dia membangun sekolah di tempat terpencil yang bernama "Pencil of Promise". Saat aku baca info itu di Instagram yang di post oleh seseorang yang juga ikut dalam pembangunan sekolah itu. You can find that information on google. Becoming his fans made me see many new perspectives about life. Sekali menjadi Belieber, maka selamanya akan menjadi Belieber. And I'm so happy that he found his wife, Haily, which is a Belieber too. Justin pernah bilang dia mau menikah di usia muda dan menikah dengan seorang Belieber. And he did it. His music is really really good, and I'll keep supporting him. 
This is just some highlights that I wanna share. I've been a Belieber since 2009 which is already more than 10 years. Aku masih menempel poster Justin di kamar ku LOL. Sejak aku berumur 13 tahun sampai sekarang 23 tahun, soon 24 this October. Ada banyak momen2 lucu juga dan tentunya ada masa aku tak menggebu2 hanya tentang Justin karena aku juga punya kehidupan sendiri. But of course, he gives significant impact into my life ❤😁 Anyway, I got inspiration to write this post because I'm bored staying home. Please give your magic dust so I can watch his concert soon! 
Thank you for reading! And how about you? Do you like an idol? 

Selasa, 03 Maret 2020

Mount Batur Rainy Trekking (Why Not?)

Sunday, February 9, 2020, my cousins and I went trekking at Mount Batur. Ini adalah pendakian kedua ku di Gunung Batur. 2014 lalu aku sama 3 teman lainnya pernah mendaki juga, but kali ini ceritanya agak berbeda. Pendakian kali ini ditemani rintik hujan dan kabut yang super dingin. So, we have planned this actvity since many many years ago. And suddenly we talked about it the day before our trip, then one of cousin called me at night asked me to go to Batur Mountain Tomorrow early morning at 1 am. And stupid me just said yes, cz I love unplanned trip and I love adventuring. Sebelum tidur aku liat ke atas, langit terlihat gelap, tak berbintang dan aku mulai khawatir. Aku cek smartphone dan searched ramalan cuaca buat besok, dan dari pagi sampai malam cuaca mendung dengan rintik hujan. 
Tidur hanya 3 jam, jam 1 pagi aku dibangunin alarm, aku langsung chat sepupuku buat mastiin apakah jadi mendaki atau tidak. Dari dalam kamar terdengar suara petir sekilas. Sepupu ku balas chat dan bilang 'jadi'. Ayah sepupuku ini kerja nganterin turis-turis mendaki dan paman udah berangkat which means hujan pun sepertinya tak masalah. Aku pun tak mau memikirkan apa-apa, let's just do this and see what will happen later.


Jam 2 pagi kita berangkat menuju lereng gunung Batur. Jalanan benar2 sepi, tapi aku tidak merasa takut sama sekali. Sempat berhenti sebentar di warung makan dekat Tirta Empul buat beli air mineral. Tiba-tiba jalanan terlihat basah dan ternyata ada hujan gerimis. Yah... pasrah aja si, udah diperjalanan juga. Waktu mau turun ke lereng gunungnya, kita sempat papasan sama mobil di depan yang juga mau turun ke lereng gunung, tapi kita dahuluin tu mobil. Jalanan masih sepi, tapi di salah satu spot ada beberapa polisi dan pecalang yang berjaga. Ternyata itu adalah petugas karcis buat agent2 yang bawa tamu buat mendaki.
Ini emang pendakian ke-2, tapi aku benar-benar lupa jalan untuk menuju start nya. Sempat bingung juga, dan aku memutuskan untuk berhenti di pinggir jalan. Dan saat itu sebuah mobil berhenti, dan ternyata itu adalah mobil yang kita lewatin di atas tadi. Bapak-bapak di dalam mobil nanyain kita apakah kita mau ke lokasi start pendakian, dan aku pun bilang iya, dan aku tanya balik, apakah bapaknya juga mau mendaki, dan beliau bilang tidak, rumah beliau ngelewatin lokasinya, jadi kita bisa ngikut di belakang. Wah... aku benar2 bersyukur bisa mendapat bantuan kayak gini. Kemana pun aku pergi, terutama saat jalan-jalan si, pasti ketemu aja orang-orang baik hati.
Akhirnya kita ketemu jalannya. Oww iya, kita harus selalu hati-hati dan bawa kendaraan pelan-pelan ya, karena di sepanjang jalan tu minim pencahayaan. Bahkan bisa dibilang tidak ada lampu di pinggir jalan, sama sekali. Aku sempat nerjang jalan yang bolong, syukur motor ku baik-baik aja. Hujan kembali turun saat kita hampir sampai di tempat parkir. Dan aku pikir, hujan-hujan gini ga bakal ada yang mendaki, eh salah, ada banyak orang yang mendaki dan bahkan udah naik ke atas duluan menerjang hujan. Mungkin untuk gunung Batur, hujan-hujan gini ga terlalu masalah untuk mendaki, ga tau kalau gunung yang lainnya. Paman pun belum sampai di parkiran. Jam menunjukkan pukul 3 pagi. Karena sudah bosan menunggu gerimis hujan yang ga tau kapan bakal berhenti, kita berempat memutuskan untuk memulai perjalanan ditemani gerimis hujan.
So, start mendakinya tu kita melewati sebuah pura. Sempat tersesat juga, kita ngikutin beberapa rombongan, dan ternyata mereka juga ga tau jalan startnya. Mapus. Celingak celinguk kayak orang bego wkwkwk n finally, kita nemuin jalannya setelah nanya ke rombongan yang lagi prepare buat mendaki. Ternyata startnya itu ada di sebelah kiri pura. Disana ada jalan buat naik ke puncak gunung. Jalanan yang aku lewati pada saat pendakian pertama tu beda. Kayak hutan-hutan gitu. Kalau yang ini lebih ke bebatuan, naik terus kayak manjat tebing, tapi ga se ekstrim manjat tebing asli yaa.
Anyway, akhir-akhir ini aku jarang olahraga, jalan kaki jarang, tiba-tiba mendaki benar2 mempengaruhi kekuatanku buat menuju puncak. Mmm... padahal belum sampai di post 1 aku udah capek banget. Pengen rasanya diem di rumah, tidur, selimutan, tapi ga mungkin kan aku turun ke bawah sendirian, I dont wanna be a wet blanket. Aku sama sepupuku istirahat sebentar di post 1, dan maunya si stop sampai disana saja. Tapi setelah di pancing sama kakaknya, akhirnya kita lanjut perjalanan ke puncak, mmm padahal udah nyaman banget duduk di post 1.

Hujan-hujan gini ternyata ada juga yang buat tenda dan camping di Gunung Batur. Hebat emang. Angin berhembus dengan sangat kencang, dan suara anginnya terdengar dengan sangat jelas. That was the first time I heard the sound of the wind which was super loud and a bit scary. Aku udah mikir yang ga jelas, takut kan kalau ada angin topan dsb. Ngeri. Syukurnya kita selamat sampai diatas. Udah kelaperan dan dingin banget. Jadi aku bilang ke sepupu2 ku kalau aku mau beli makan atau minum yang hangat-hangat. So, di puncak tu ada dagangnya kok, aman, but, harganya melambung. Pop mie ukuran besar seduh harganya 20k. Minumannya ada teh dan susu, harganya juga sama 20k pergelas gede. Ya pasti milihnya pop mie. Sudah pasti tidak ada sunrise. Ini pendakin ke-2, dan tetap saja tidak ketemu sunrise. Tapi sempat liat pemandangan dibawah, keren... awan-awan putih juga sempat keliatan, cantik banget. Tapi itu hanya beberapa menit, paling 5 menit kemudian hujan pun turun. Semua orang desak-desakan berteduh di warungnya itu. Gosh... I really wanna stay home at that time. Hujannya ga reda-reda, malas menunggu, kita memutuskan untuk turun aja. Saat turun kita foto2 sebentar, walaupun hujan dan ga ada sunrise, but we still have to capture the memories, right?
Hujan tetap turun, walaupun gerimis, tapi tetap aja bikin jaket basah. Syukur aku pake topi yang cukup tebal, jadi kepala aman, dan jaketnya juga parasut tebal. Perjalanan saat turun lebih cepat dari dugaan, kita bisa lihat pemandangan di bawah dengan cukup jelas. Sesampainya di bawah, aku langsung mesen teh anget. Sepupu ku mau foto2 katanya, tapi aku males, mending diem di warung sambil nge teh. Harga tehnya masih normal di bawah, 5k pergelas besar.
Pulangnya kita mampir sebentar di hutan pinus. Jaraknya cukup jauh ke utara melewati Pura Batur. Dulu sering melewatinya saat berangkat ke Singaraja. Karena aku kangen jalanan itu, makanya aku setuju buat kesana. Padahal maunya si langsung pulang, dingin banget. Hutannya itu ada di pertigaan menuju Singaraja dan Denpasar. Lumayan si, buat foto-foto. Tujuannya kan emang foto-foto which is actually not my style. Tapi tetap aja fotoan wkwkwk


Kita disana ga lama, saat pulang, hujan turun sangat deras. Dan kita juga sempat berhenti buat beli bakso, tapi aku ga ada mood buat makan, jadi beli di bungkus aja. Syukur selamat sampai rumah. N sampai sekarang pun, aku ga nyangka bisa mendaki saat hujan-hujan. Still a good memory. 

Kamis, 20 Februari 2020

Jalan-Jalan ke Nusa Penida Day 2

Hello, I'm back. Need some time to write the second part of my story when travelling to Nusa Penida. For you who haven't read the first part, you can read it here. 
Okay, let's begin. Pagi-pagi jam 5.30 am. aku udah bangun karena aku orang yang perlu waktu untuk beradaptasi di lingkungan baru wkwkwk jadi malemnya tu agak susah tidur. Di luar masih agak gelap, tapi karena malas diem di dalam kamar, aku keluar aja dan jalan2 di sekitar penginapan. Bulannya gede banget terpampang dari depan room. Aku milih duduk di kursi samping kolam renang sambil dengerin musik. Ternyata ga ada staff yang diem di penginapan. Yaa bagus si... jadi aku benar2 nikamatin waktu sendiri. Doaku semalam juga terwujud, langit sangat cerah pagi itu. Suara burungpun terdengar sangat nyaring dan menenangkan. Kadang ada juga suara2 motor lewat, tpi hanya sayup2. Aku memutuskan untuk tiduran dan dengerin suara alam pagi itu. Truly healing and relaxing. And then, sekitar jam 7 aku prepare buat jalan2 ke spot2 terkenal sekalian beresin barang2 karena jam 12 siang harus sudah check out. Setelah semua beres, jam 8 kita ke restaurant di samping loby buat sarapan. Menu sarapannya dikit, hanya omelette dan mie goreng. Minumannya pun terbatas hanya kopi dan teh. Karena bawarang bawaan kita lumayan banyak dan berat, jadi itu semu dititipkan di penginapan.


Jam 9 pagi kita langsung cus ke spot pertama yaitu Diamond beach yang lokasinya cukup jauh dari penginapan. Perlu waktu 1 jam 30 menit buat nyampe di Diamond beach dari Toya Pakeh. Sebenernya aku ga berencana mengunjungi pantai itu karena aku tau lokasinya jauh dari penginapan, tapi karena temen ku minta kesana ya udah. Syukurnya ada ibu2 yang baik banget minjemin helm ke kita, tapi kita minjem 1 aja khusus buat si pengemudi. Jam 9an kita berangkat, dan pemandangan menuju ke pantainya cantik banget jam segitu. Sumpah bener2 masih alami dan belum tersentuh bangunan2 kayak villa2 atau restaurant dll. Cantik banget dan kita tu bener2 amaze sama pemandangan pantainya. Kita sempat berhenti di pinggir jalan buat foto2.

Jalan menuju ke Diamond beach itu menurut ku agak tajam dengan tanjakan yang bener2 tinggi. Aku sampe pengen turun aja dari motor dan jalan kaki karena takut nanti motornya ga kuat naik ke atas, tapi temenku emang ahli banget naik motor di tanjakan dengan tikungan tajam. Jam 10an kita sudah sampai di lokasi. Jalanannya juga curam lo, kayak menuruni tebing tinggi, jujur aku ngeri banget boncengan di jalan kayak gitu. Cuacanya panas banget dan ga ada pohon di pinggir2nya. Tidak ada tiket masuknya kalau mau masuk ke areal pantainya. Tapi kita bisa menyumbang dana sesuai kemampuan dan keikhlasan kita. Oww iya, saran buat kalian, mending bawa bekal minum deh daripada beli minum disini, harganya mehong asli. Air mineral yang 6000ml itu harganya 10k, dan yang 1.5 liter itu 20k. Kita bener2 nyesel dan ngerasa bego sendiri kenapa ga bawa minum. Dengan cuaca yang sangat amat panas mau tak mau kita tetep beli aja itu air yang 6000ml. Foto2 dulu yang banyak diatas tebingnya. Btw, Diamond beach ini lokasinya hampir sama dengan Atuh beach. Ngebingungin si emang karena dalam lokasi yang sama ada banyak sekali nama pantainya. Jadi menurut kesimpulan yang aku dapat, yang di sebelah kiri bawah adalah Atuh beach dan sebelah kanan bawah adalah Diamond beach.


Itu sekilas gambaran Diamond beach dari atas. Jadi ada tangganya menuju ke bawah. But... dari fotonya emang tangganya bagus banget, enak banget kayaknya dituruni. Tapi makin ke bawah jalannya makin curam, hampir kayak manjat tebing tapi ga ekstrim manjat tebing juga si. Ada bantuan tali juga buat pegangan dan jalannya itu hanya muat untuk 1 orang saja, so kita harus bener2 hati2. Temen ku sebenernya ga mau turun ke bawah, karena panas banget. Tapi aku maksa buat turun karena please look at the beach... it's so beautiful, the sand is sooooo white hahahaha Then we went down, wow.... aku sempat takut bakal di marahin habis2an sama temenku karena jalannya benar2 jauh ke bawah dan extreme. Pelan2 sampai juga akhinya di bawah. Silau banget sumpah, ombaknya juga ga kalem, bahkan aku sempat kena deburan ombak sampe di perut loo, basah semua. Dibawah ada dagang juga, kayak cafe kecil gitu dan ada spot foto berbayar, plus ada ayunan yang berbayar juga. Pemandangannya emang super kece. Kebanyakan bule2 yang turun ke bawah sambil jemuran.


Di bawah itu super panas dan silau. Waktu itu jam menunjukkan pukul 10.30 ditambah pasir yang warnanya putih jadi tambah silau. Syukurnya ada karang2 yg mirip ceruk gitu jadi kita bisa berteduh disana. Oww iya, untuk turun main ombak itu bener2 perlu tenaga extra, jalannya ga bagus, harus dibantu tali, bener2 manjat bebatuan, so please wear comfortable shoes/foot wear. Dengan susah payah dan peluh bercucuran, akhirnya sampai di atas juga. Sumpah naik ke atas bener2 kayak manjat tebing, mana siang hari dengan cuaca panas. Bersyukur banget temenku beli air sebelumnya, kalo ga asli dh dehidrasi parah. Sampai diatas tanpa pikir panjang kita beli air mineral yang 1.5 liter dengan harga 20k karena sudah kehausan.
Setelah istirahat sebentar, kita melanjutkan perjalanan ke spot selanjutnya yaitu Kelingking Beach yang bentuknya kayak Dinosaurus itu. Kita sempat tersesat karena bingung baca map ditambah sinyal yang suka ngilang. Sempat nanya juga ke orang yang lewat, jadi kita stop bapak2 yg lagi mengendarai motor. Karena jalanan sepi juga si makanya kita berani nyetop orang wkwkwk Karena udah siang, kita mampir sebentar di dagang nasi jinggo dekat pelabuhan Sampalan. Kita beli masing2 1 bungkus, bungkusnya kelihatan kecil, jadi temenku ambil lagi 1, asli kelaparan. Baru dibuka, jeng jeng isinya banyak, nasinya si, lauknya minim. Tapi enak, bumbunya enak banget, bumbu asli bukan micin, tapi kita campur dengan snack, karena lauknya benar2 hanya ala kadarnya. Iya si, nasi jinggo. Ternyata kita cukup kenyang dengan makan 1 bungkus saja, jadi nasi yang diambil sama temenku di taruh lagi wkwkwk. Dan, yang paling mengejutkan itu harganya, itu nasi yg banyak itu harganya cuma 5k. Wah... jujur aja, pengeluaran kita di hari ke-2 itu benar2 dikit banget. Setelah puas makan, kita melanjutkan perjalanan dan kita tak lupa beli minum air mineral 1.5 liter dengan harga 8k merk Aqua. Perjalanan menuju spot ke-2 agak melelahkan, tidak wow lagi karena pemandangannya itu2 saja, batu kapur dan pohon kering. Tenaga juga down habis manjat tebing, ditambah matahari yg terik banget.
Finally, jam set 1 kita sudah sampai di Kelingking beach. Dari parkiran bisa dilihat ada banyak sekali mobil agent tour yang parkir which means ada banyak orang yang berkunjung ke pantai ini. Jauh lebih banyak dibandingkan dengan Diamond beach, karena medannya juga ga se extreme ke Diamond beach si. Dan satu lagi, panasssss efek global warming juga si, tau kan waktu itu yang harusnya musim hujan tapi kemarau berkepanjangan, tapi mending panas si daripada hujan. Ga bisa kemana2 kalo hujan.
Dan benar saja, ada banyak banget turis baik domestik maupun mancanegara yang mengunjungi pantai ini. Dan jujur aja, lokasinya tu bener2 di atas tebing, dan hanya di batasi dengan pagar kayu. Dan ternyata, salah satu spot foto yg keren2 itu lokasinya nyeremin banget buat orang2 yg takut ketinggian kayak aku. Kita duduk di pinggir tebing yang super tinggi tanpa pengamanan. Serem... tapi tetep aja nekat demi dapat foto yg bagus. But I was so amazed with the view in front of my eyes. Lautnya biru, langitnya juga biru, anginnya sejuk sepoi sepoi. Ya elah.. coba aja ada tempat yg layak untuk menikmati viewnya ini, sumpah keren banget 💓💓💓 Kita ga lama2 disini karena asli panas banget tapi ga ada tempat buat neduh, karena full banget sama pengunjung. Ada jalan juga buat turun ke bawah, tapi ya itu, harus menuruni tebing dengan cuaca super panas, jadi kita skip padahal pengen banget main ombak.
Kelingking Beach


And karena masih ada sisa waktu, kita memutuskan untuk mengunjungi Broken beach, pantai yang ga kalah kece dari yg lainnya. Liat foto2 org di IG si keren2 semua, lokasinya juga jauh2 amat dari Kelingking beach, ya sudah kita let's gooo. Perjalannya kira2 30 menitan dari Kelingking beach. Jalanan menuju ke pantainya itu lumayan, lumayan susah, wkwkwk jalannya pake batu kapur, batu yang putih-putih itu. Sempat kelewatan juga, kayaknya Broken Beach sama Angel Bilabong berdekatan, masih satu jalur, but kita hanya mengunjungi Broken Beach aja. In my opinion, Broken Beach didn't look like the one I saw on IG. Maybe because waktu itu musim kemarau, jadi tanaman pada kering semua, tanahnya juga kering, dan kalo mau foto yang kece ternyata juga perlu usaha lebih. Ada yang pake jasa foto, ada yg harus naik ke tangga dulu, biar dapat foto yang bagus. Sejujurnya aku nggak suka sama travelling2 yg kayak gitu. Dan syukurnya temenku juga sepemikiran, jadi kita memutuskan untuk rebahan aja disana. Asli rebahan karena asli lelah banget. Disana juga ga lama-lama.
Jam 3 kita udah balik ke penginapan sambil ambil barang dan ngembaliin helm. Then we continued our trip to Sampalan Harbor. Sampai sana pas jam 4.40pm. Kila langsung kebaliin motor dan ambil KTP temenku. Then we booked ticket to Sanur. Syukurnya masih ada tiket yang tersedia, dan menurutku bakal selalu tersedia si wkwkk. Ga perlu nunggu lama2 karena boatnya berangkat jam 5 sore. Di pelabuhan ada banyak anak-anak yang berenang. Liat mereka berenang dengan cerianya buat aku bahagia juga. Sedih banget sebenernya harus pulang waktu itu, karena 2 hari aja ga cukup buat. N waktu pulangnya kita duduk di atas, ga dibawah, hohoho dengan sedikit merayu dan memelas juga si sama crew-crewnya kwkwkwk. Aku duduk pas di sebelah kiri nahkoda (eaa) boatnya. Langit waktu itu mendung, boatnya pun dinyalakan dan pelan-pelan membawa aku balik ke pulau Bali. Aku memandangi pulau itu lagi sambil senyum haru dan sedih. One day aku mau balik lagi kesana, kalau bisa aku mau sembahyang dan stay lebih lama. And saat boatnya udah dekat sama Sanur Harbor, terlihat sunset yang cantik banget. Langit terlihat cerah. Jam set 6 kita sudah sampai dengan selamat. Sempat beli bakso juga di Sanur. That's really a great trip and lovely island.

Senin, 13 Januari 2020

Jalan-jalan ke Nusa Penida Day 1 (Expectation X Reality)

Hi, I'm back! 
December 2019 adalah bulan yg penuh petualangan. Why? Dalam sebulan 2 bouquet lists aku terwujud. Yang pertama sudah pasti, that is "Watching Winner's Concert", you can read my story about Winner Cross Tour here if you haven't read it yet and also here because I made 2 parts. Dan bouquet list yang satunya yaitu "Jalan-jalan ke Nusa Penida" 😃 Sebenernya ini udah jadi keinginanku dari bulan2 lalu, tapi batal terus karena sesuatu dan lain hal. Dan finally, December 13 and 14 akhirnya terwujud juga wkwkwk Aku udah banyak baca2 blog2 tentang jalan2 ke Nusa Penida. Walaupun Nusa Penida itu masih wilayah Bali, but because this is my first time going to that place, tetap wajib mengetahui beberapa hal2 disana. I don't have relatives there, walaupun ada teman dari sana tapi aku ga mau ngerepotin dia, jadi bisa dibilang aku pergi ketempat asing. Kok serem gini si kesannya, padahal cuma di pulau seberang 😂 For preparation, dengan baca2 blog2 orang itu bener2 ngebantu banget. Makanya aku juga mau share disini tentang pengalamanku yang sebenernya lebih ke saran2 dan tips2 gitu si. Seperti judulnya yang dalam kurung which is "Expectation X Reality", aku mau ceritain sisi2 yang mungkin beberapa orang mengalaminya tapi tidak terlalu di expose secara detail atau hanya aku saja yang merasakannya 😂 Ya elah, makin gaje kan :') 
Jam 14.00 aku berangkat ke Pantai Sanur buat nyebrang ke Nusa Penida. FYI, ada dua lokasi penyeberangan ke Nusa Penida sepengetahuanku yaitu di Sanur dan Padang Bai, Klungkung. Karena lebih dekat ke Sanur, aku milihnya nyebrang lewat Sanur aja. Padahal dari informasi temen, nyebrang lewat Klungkung harganya lebih murah, yaitu 100k PP buat lokal sementara kalau di Sanur 150k PP buat lokal. Tapi, tak apalah, yang penting sampai dengan selamat sampai di lokasi tujuan. Sampai di Sanur, langit malah berwarna abu2 alias mendung :') 

Sanur Harbor
Pemesanan tiketnya bisa langsung beli on the spot. Lokasinya yaitu di pantai Matahari Terbit sebelah selatan, kalau datang dari Sanur, kita ke utara. Disana ada spot dimana beberapa agent2 tu jual tiket fast boat ke Nusa Penida dengan lokasi pelabuhan dan jam keberangkatan yang berbeda-beda sesuai dengan tujuan keberangkatan kita. Masalah harga menurutku si sama aja, pasti kita orang lokal bakal ditawarin harga 75k buat sekali nyebrang. Dan tips buat kalian yaitu, coba searching2 agent2 fast boat di google dan cari lokasi pelabuhan mereka di Nusa Penida itu dimana. Cocokan dengan lokasi penginapan kita itu dimana. Kalau kita nginep di daerah Sampalan, carilah agent fast boat yang berlabuh di Sampalan harbor atau pelabuhan2 dekat Sampalan. Ini nih kesalahanku yang pertama 😂 Aku sudah booking penginapan di Wani Bali Resort yang berlokasi di Toya Pakeh. Aku bookingnya lewat Agoda dan bisa bayar ditempat. Enak kan! I really recommend this app for you if you want to book accommodation. Coba aja :'D Okay, back my story. Tiket yang aku beli which is Idola Fast Boat berlabuhnya di Sampalan Harbor. Jarak dari pelabuhan Sampalan sampai di Toya Pakeh itu sekitar 20 menit 😂 Elah, bambank... jauh amet, mana ga tau jalan kan :') So, for you, please be careful dan teliti yaa jangan kayak aku yang asal2 mesen tiket. 
Karena isi nunggu teman yang berangkat dari Gianyar, aku mesen tiket yang berangkat jam 15.30. Sambil nunggu, aku ngobrol2 sama ibu2 yang ternyata berangkat ke Nusa Penida bareng keluarganya buat sembahyang sekaligus ketemu keluarga pacar anaknya yang dari Nusa Penida. Ibunya baik banget, jadi ga bosan dan nge krik sendiri kan nunggunya, apalagi temenku lama banget datangnya. Hujan pun turun dengan brutalnya (?) saat nunggu jam keberangkatan. Dan pada akhirnya jam menunjukkan pukul 15.30 dan kami pun berangkat menuju Nusa Penida 🙌 Sempat ada insiden teman yang datang mepet banget, sempet mikir bakal ditinggal fast boat gara2 temenku, tapi syukurnya dia datang 10 menit sebelum keberangkatan wkwkwk langit masih mendung dan syukurnya hujan sudah mulai mereda, hanya gerimis manja, dan gelombangnya cukup tinggi dan sukses bikin kepala jadi agak pusing, syukur ga mabuk laut. 

Langit di Pantai Sanur

Gambaran di tengah fast boat 
Perjalanan dari Sanur ke Nusa Penida memakan waktu sekitar 30 menit. Pantai di pelabuhan sampalan aja udah bagus banget, padahal langitnya berwarna abu2 tapi lautnya tetap biru kehijauan 💚 makin ga sabar buat menjelajahi pulau ini. Oow iya, saran juga nih, mending kita pakai sendal jepit aja atau sendal yang tahan air kalo mau nyebrang pake fast boat, karena di Sanur ga ada jembatan buat naik ke boatnya, jadi harus jalan sendiri melewati air laut yang bisa sampe di lutut. So wear short atau celana pendek atau celana panjang yang bisa dilipat atau ditarik sampe ke paha biar ga basah dan pakai sendal aja biar nyaman dan aman. Karena sendalnya bakal ditaruh di box barengan sama sendal2 orang. Kasian kan kalau pakai sepatu dan sepatu kita basah dan kotor. 
Sampai di pelabuhan Sampalan, aku dan temanku sudah jadi target bapak2 yang nawarin sewa sepeda motor 😂 yaa bagus si, jadi kita bingung mau sewa sepeda motor dimana. Ada beberapa pilihan sepeda motor dengan harga yang bervariasi sesuai dengan tipe sepeda motornya. Kita sewa sepeda motor Beat dengan full bensin harga 70k, ada juga si sebenernya Scoopy tapi bensinnya habis tapi harganya sama 70k. Itu 70k harga sewa untuk sehari dihitung dari jam kita nyewa. Kita sampai jam 5 kurang dan rencana besok sore jam 5 sudah balik jadi dihitungnya sehari, cukup bayar 70k plus nyerahin KTP, bisa dibayar saat itu juga atau saat dikembaliin juga bisa. Dan ternyata ada sepeda motor dengan harga lebih murah yaitu 50k aja, matic juga, tapi kondisinya ga sebagus yang 70k, so kita tetap sewa yang 70k dengan full bensin. But, don't worry, di Nusa Penida ada banyak pom bensin kok, jadi aman kalau kehabisan bensin. 
Dengan arahan singkat dari bapak penyewa motor, dari pelabuhan kita langsung gas ke kanan menuju penginapan. Tentu saja dibantu google maps juga. But, ternyata sinyal disana agak main-main dan ga terlalu bagus. Alhasil sempat salah ambil jalur, syukur ga jauh amat tersesatnya. Mungkin karena mendung makanya sinyalnya rada2 menghilang. FYI, aku pake Telkomsel dan temanku pke IM3. Tapi setelah beberapa menit, sinyalnya bagus H+, setelah menyesuaikan diri, finally smartphone ku dapat sinyal wkwkwk Kita juga sempat minta bantuan dari penduduk sana buat nyariin lokasi penginapan kita. Beberapa orang ga terlalu tau sama Wani Bali, ternyata lokasinya cukup jauh :') 
After 20 minutes ride, we arrived at Wani Bali Resort. Lokasinya isi masuk gang beberapa meter, jadi ga langsung ketemu main road which makes that place is not too noisy. Bener2 sunyi, tenang, dan damai. Karena sudah booking online, kita tinggal bayar aja plus dapat minuman air mineral 2 botol 😂 Harga nginap permalam di Wani Bali Resort yaitu 300k sudah termasuk tax plus sarapan untuk dua orang. 
Wani Bali Resort

Memang sengaja nyari penginapan yang ada swimming pool nya karena kita bakal sampe sore, n maunya kita spending free time di penginapan sambil renang nyantai. Dan sepanjang penglihatanku dari pelabuhan sampai di penginapan, rata2 style2 penginapan disana tuh kayak rumah2 tradisional apa gitu namnya :'D like the picture below:


Cukup unik juga si, tapi room yang aku booking stylenya ga kayak gitu. But the room is seperate with the the others, 1 bangunan untuk 1 room. Jadi suasanya tambah sunyi, tenang, dan relaxing banget. Kayaknya si tempat ini masih baru, karena diliat dari tamannya itu masih kurang dan belom rimbun gitu. Dan tembok sebelah kanannya itu pun belum ditembok dengan benar, cuma ketutup pake anyaman bambu. Dan diseberangnya tu ada sapi-sapi dan babi peliharaan penduduk 😂 Tapi kehadiran mereka tu ga ganggu kenyamanan tamu2 disini, jadi aman2 saja. Room yang kita booking dengan harga 300k permalam itu fasilitasnya berupa toiletries, towel, AC, TV, King Size bed, hot shower, breakfast, dan lemari. Kamarnya luas, nyaman dan bersih. Toiletnya bagus, luas, dan bersih. Air angetnya juga mau berfungsi walaupun ngubah ke air dinginnya agak susah malah yang keluar air panas banget 😆 AC nya juga berfungsi dengan baik. Ada free wifi juga, tapi sinyalnya ga terlalu bagus diroomnya. Jeleknya si TVnya, benar2 sinyal TV nya jelek banget. Gambar ga jelas, semua channel ga bisa ditonton. Percuma jadinya TV nya bagus tapi ga bisa ditonton. 
Selesai menaruh barang-barang, kita rencananya mau ke objek wisata terdekat, tapi ternyata ga ada objek wisata yang dekat penginapan, sementara jam sudah menunjukkan pukul 17.00 lewat ditambah hujan mulai turun lagi, so kita memutuskan untuk renang aja dikolam setelah hujan agak redaan. Tamunya ga terlalu rame waktu itu, malahan ada beberapa tamu yang check out sore itu. Jadi kita menguasai area kolam renang. Enak deh kayak private villa jadinya 😂 
Setelah puas renang, kita mandi dan prepare buat beli makan malem. Kita beli makannya di ACK, fast food. Harganya lebih mahal dari harga cabang Bali. Kita beli Paket Aman 1 plus Kentang Goreng Spesial. Harga dinner kita berdua yaitu 48k. Karena baru jam 8 malam dan malas balik penginapan, kita nyari minimart buat beli snack dengan melewati jalanan ke pelabuhan Sampalan. Dan si minimart kita ngabisin uang sekitar 50k. Budget kita buat jalan-jalan tu 500k, dan tiba2 kita ngalamin mental breakdown gara2 ga merhatiin pengeluaran. Seketika pengen balik ke penginapan buat cek2 pengeluaran dan sisa uang di dompet 😂 
Suasana malam hari di Nusa Penida itu menurutku damai, tenang, dan sepi terutama di penginapanku. Tapi aku menyukainya, karena aku bukanlah tipe orang yang suka rame-rame. Day 1 kita berdua sudah menghabisakan kira-kira 470k. Itu untuk 2 orang yaa... Dan menurutku, tempat penginapanku ini cocok banget buat retreat-retreat gitu, semacam healing2 gtu, secara lokasinya damai banget jauh dari hiruk pikuk padatnya kota, ya iyalah, Nusa Penida kan penduduknya tak seramai Denpasar 😂 
Okay, that's all for this part. Stay healthy Stay Adventuring kkkkkkk 💪

Rabu, 01 Januari 2020

Pengalaman Nonton Konser WINNER CROSS TOUR IN JAKARTA 2019 Part II

Hello, welcome back!
Source: Macima

This is part 2. If you haven't read my part 1, you can read it here.
In this part, aku mau cerita tentang perjalanan ku dan teman IC waktu nonton konser Winner!
Kita berangkatnya berempat, cewek semua wkwkwk eits jgn salah, ada kok fanboy yg nonton konsernya juga. Apalagi si Mino, banyak banget punya fanboy. Pastinya karena lagu2 mereka tu keren2, ga alay, jadi pas untuk semua kalangan. OK, back to story. Malemnya sebelum berangkat, aku nginep di rumah temen di Denpasar yang dekat sama airport. Sabtu, 21 Desember 2019 jam 4 pagi kita sudah bangun dan langsung prepare buat cus ke airport jam 5 nya. Karena kita sudah check-in tiket online, jadi lebih gampang dan ga lama2 waktu di check in di airportnya. Jam 7.20 Citilink lepas landas mengantarkan kita ke Jakarta ketemu Winner 💓💓💓💓


Itu pesawat yang membawa kita ke Jakarta. IC Bali yang aku kenal juga terbang dgn pesawat yg sama dan nginepnya juga di hotel yg sama, jadi lebih enak kan berramai2. Cuaca pagi itu cerah berawan, seneng deh, jadi makin excited buat ketemu Winner sorenya. Aku dpt tempat duduk di 20B (ga samping jendela 😒, padahal maunya kn duduk samping jendela biar bisa liat view dari atas, tapi tak apalah, sampai dengan selamat lebih penting wkwkwk). Syukurnya org yg dpt samping jendela tu bapak2 yang cukup baik si, aku sempat foto dan rekam view di bawah dri pesawatnya, keliatan pegunungan yg cantik bgt dan lebih banyak awannya si wkwkkw


Karena jam di Jakarta agak telat 1 jam, kita jadinya nyampe sekitar jam 8.10, cepet kan. Kita landingnya di Bandara Halim PerdanaKusuma. Cuaca disana juga cerah waktu itu. Setelah semua beres, tas dan barang2 semua sudah ditangan, kita langsung mesen transport buat ke hotelnya. Kita pesan Grab Car dari bandara ke hotel berempat, sisa teman yang lain di mobil yang beda. Bapak sopirnya baik, udah mirip tour guide jelasin banyak hal ke kita tentang update2 di Jakarta wkwkwk Sekitar jam 9.00 kita sudah sampe di hotel. Baru masuk hotelnya tiba2 ada yg bilang "Annyeonghaseyo", baru tengok ke belakang ternyata ada beberapa org Korea yg berpakaian all black, but di belakangnya ada tulisan Winner Cross Tour. Wahh kita sehotel sama Team Winner 💗💗💗💗 Kalo Winner mah pasti nginepnya di 5 Star Hotel dong :')
Karena check-innya jam 2 siang, kita ga bisa langsung masuk ke roomnya. Then, kita memutuskan untuk nitip tas di loby dan hanging out around venue dan hotel. Jam 9.45 sudah banyak ada ICs yang ngumpul buat nuker tiket. Jadi tiket yg kita beli di tiket.com itu harus ditukar dgn gelang sesuai dgn section yg kita beli. Aku si santai aja, ga maksa harus di depan bgt nontonya. Maunya biar bisa bebas dan loncat2 sepuasnya. Jadi aku habis nuker tiket langsung cus ke Senayan City buat makan, belom makan sama sekali, cuma makan brownies sama teh anget aja paginya.
Oow iya, disana juga banyak ICs yg ngasi freebies lucu2. Aku juga dapat beberapa waktu itu, padahal di venuenya ga lama2, apalagi kalo lama, wahh banyak bgt dh dpt freebies. Bahkan ada yg ngasi Free Winner Album yg Cross. Kerennn!!!


Itu beberapa free bies yang aku dapetin. Lucu-lucu semuaa, sukaa. Iyalah, gratisan mah semua suka :') Masih ada beberapa free bies lain yg aku dapetin. N temenku dapat freebies bunga mawar biru, palsi si, tpi bisa nyala 😢😢😢 mauu banget, tapi ya sudahlah...
Location, regulations, event's map semua sudah ada dan dijelaskan dengan cukup jelas oleh pihak Mecima. Jadi sangat disarankan untuk follow akun promotornya. Disana bakal di post info2 penting seputar eventnya biar ga bingung. Aku pun dulu suka banget baca2 blog2 fans yang nonton konsernya. Biar ada bayangan dan preparation 
Aku coba jelasin sedikit tentang keadaan di luar venue, so di luar venue ada tempat di samping gate untuk nuker tiket dan tempat nitipin barang2 kalian. Jadi kalian hanya diperbolehkan membawa tas kecil saja, ukuran tidak lebih dari kertas A4, tidak boleh membawa kamera, makanan dan minuman tidak boleh, no tongsis, no benda2 tajam (pastinya), rules yg lebih lengkap bisa kalian dapatkan infonya di fanpage2 Winner dan dari pihak promotornya.
Setelah dapat tiket fisik, yg ada gelangnya, kita bisa masuk gate nya, disana sudah ada petugas yg akan memasangkan gelangnya, jadi gelangnya jangan dipake dulu. Di dalem ada tempat buat foto2, stand2 makanan dan minuman yg harganya mehong, dan setiap section memiliki pintu masuk venue yg berbeda, jadi harus tanya2 dulu kalo ga yakin. But actually, everything is already well prepared oleh pihak promotor asal aktif cari2 informasi.
Sebenernya, aku sampe di venue tu ga terlalu cepat, sekitar jam 3an, dan pastinya jam segitu sudah ramee bget. Foto2 harus dong, sambil nunggu kan. Gila aja si antreannya, apalagi waktu di photo boothnya si Mino. Aku santai aja si, ga memaksakan diri juga wkwkwk


Aku tunjukin 1 foto aja, sama Yoon wkwkkwk. Karena ga mau capek sebelum konser dimulai, aku mutusin buat ikut ambil urutan untuk Blue B Section dan duduk mengantre. Tadinya karena kehausan aku beli air mineral yg harnya mehong 10k. Hmmm yahhh dripada dehidrasi kn. Waktu ngantre tu aku kenal sama ICs dari Surabaya. Jadinya ga terlalu bosen juga nunggunya.
Dan jam 5 sore, pintu dibuka dan kita bisa masuk ke venue. Tentunya disana sudah ada ICs yg jadi member Mecima yang mengelilingi panggung :') yhh aku si milih di belakang aja.


Jelas banget kan, walo pun di belakang masih bisa liat Winner dgn jelas. Start konsernya jam 6.30, so we have to wait for around 30 minutes. Sambil nunggu kita disuguhkan MV2 Winner. Wah, jdi kangen kan :') Lalu dilanjutkan dgn menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan rules2 acara, dan akhirnya video opening Winner keputer 💘💘💘💘
Teriak-teriak sepuasnya, tapi entah kenapa saat Yoon, Mino, Hoony, sama Jinu keluar aku hanya bisa melongo melihat wajah mereka. Biasanya liat di Youtube, IG, dll sekarang liat mereka secara langsung aku hanya bisa diam dan terkagum2 wkwkwk
Lagu pertama yg mereka nyanyikan pastinya Everyd4y. Lagunya kereennn dan habis tu lupa urutannya apa aja :') sebenarnya kita dilarang buat ngerekam dalam bentuk video atau audio, bahkan mengambil foto pun tidak boleh, tapi karena banyak yg ngelanggar ya sudah :'D
Ada banyak hal menarik dan special dari konser Winner kali ini menurut aku.
1. Live Band. Wahhh seneng banget waktu tau Winner ke Jkt nya juga pake live band! Jadi makin keren performancenya! Di kirim langsung dari Korea sana wkwkwk
2. Winner ngasi persembahan special buat ICs Ina dgn costplay lucu2. Karena bebrapa hari lagi bakal Natal mereka juga ngasi hadiah. Si Mino jadi Santa Claus, Hoony jadi Elsa (the most suprising thing), sumpah Hoony cantik bgt! wkwkwk, Jinu jadi Olaf, dan Yoon jadi Rudolf. Mereka nyanyiin lagu Hello nuansa chirstmas2 gtu, sumpahh jadi keren, lucu, dan mengesankan!
3. Solo stage for each member with their own songs 💖💖💖💖 Masing-masing member udah punya solo single masing-masing. Jinu nyanyiin lagunya yang Call Anytime featuring Mino. Paling suka sama suaranya Aa Jinu 💘 ngademin dan gentel2 gimana gitu wkwkwk Yoon as always performed pake lagu Instinctively plus Wind. Yoon tampil sambil main gitar, mmm kerennya nambah berkali2 lipat 💘 Kokoh Hoony juga performed lagu solonya di Cross Album berjudul Flamenco. Wardrobe nya kokoh itu loo, sexy wkwkwk dan back dancernya, Crazy Unnie, cantik2 bgt pake red dress. Kokoh juga nyanyiin lagunya dia yg belom di rilis berjudul Serenade, sumpah lagunya keren, semoga cepet di rilis 💕 dan si Mino, penampilan yang Swag2 ala YG, nyanyiin tiga lagu yaitu I'm Him, Trigger, sama Fiancee. Duhh ketika di stage si Mino emangg Swagg banget, eh ketika di luar panggung malah bikin mijit kening dngg 😝 coba deh nonton New Journey to the West, si Mino lucu banget :'D 
4. Back Dancer Crazy unnies juga ikuttt huhu, my favorite dancer 💙💙💙💙
Dan ada banyak keseruan lainnya!!!!
Semua biaya yg aku keluarkan, menurut aku si berarti bgt dan sebanding dgn pengalaman yg aku dapat. Dan ada satu lagi, semua blue holder ticket dapat free album Winner Cross dan posternya. Itu juga alasanku milih di Blue. But, next time maunya di Pink aja wkwkwk biar dpt pengalaman nonton full performancenya such as lighting dll
At  the end, I am so so happy and grateful for Winner, Inner Circles, pihak promotor dan semuanya!!
That's all, thank you for reading!!!

Pengalaman Nonton Konser WINNER CROSS TOUR IN JAKARTA 2019 Part I

Annyeonghaseyo~
Di post kali ini aku mau share tentang persiapan yg harus dilakukan sebelum nonton konser KPop. Sepertinya KPop sudah benar2 booming hampir diseluruh dunia. Aku akui memang perkembangan KPop tu benar2 cepat bgt, mungkin karena perkembangan IPTEK jga si. Gimana nggk menarik coba, tiap bulan ada aja yg comeback dengan album or mini album baru. Apalagi buat yg multifandom (suka banyak idola/artis/boyband/girlband) dapat kabar bias nya comeback di bulan yang sama. Lebih parahnya lagi ngadain konser di waktu yg berdekatan.
Setelah gagal nonton tahun lalu, akhirnya cita2 nonton konser Winner terwujud! Oktober lalu Winner comeback dengan mini album baru berjudul SO SO.
W juga sempat ngisi acara di Indo waktu On Off Festival. Pengen nonton juga waktu itu. Tapi disayangkan banget jauh2 ke Jakarta cuma buat dengerin beberapa lagunya W. Pokoknya harus Konsernya mereka. Dan Tuhan sudah menjawab doak ku wkwkwkwk W bakal konser di Jakarta Cross Tour bulan Desember tgl 21. Harus nonton dong.
Cerita dikit ga pa2 kan :'D aku suka Winner tu tahun 2017. Waktu KKN, aku dengerin lagu mereka yang Really Really, sumpah lagunya addictive bgt, kalian juga harus dengerin (bagi yg belum). Then, I did small research about Winner and ended with falling in love with them because of THEIR MUSIC. Lagu2 mereka bagus2 semua, dan performance mereka di tiap konser tu kerennn. Jadi aku bertekad harus nonton konsernya Winner.

Source: Mecimapro

Ada banyak jasa2 yg nawarin jastip dengan fee tambahan 100-150k kalo gasalah. Kita bisa DP dulu dan tiketnya diurus sampe fisik. Tertarik si, tapi takut ketipu. Karena mayan ada beberapa org yg kena tipu. Jadi sudah diputuskan untuk beli sendiri di tiket.com. Promotor konsernya sama kayak taun lalu, Macima.
The first thing that you have to consider is the seating plan and the price of each section. Harganya mirip sama yg taun lalu. Bedanya tahun sekrang yg Festival/Standing lebih mahal. Itu karena yg standing/blue section dapat free albumnya W. Wahhh mayan juga si. Jadi tertarik kan beli yg blue.

Source: Mecimapro

Kalian harus sudah menentukan mau di seat yang mana, pastikan sesuai budget yaa. Dan pastikan cek kondisi dari venue nya itu seperti apa. Kalo Tennis Indoor Senayan itu venue nya ga luas amat. Jadi walopun kita duduk di pojokan, W bakal tetep keliatan dgn jelas. Apalagi bakal ada layar lebar biar bisa liat W lebih jelas. Dan tentunya harus punya plan B jga. Kalo milih di Green dan ticket green sudah habis, kita sudah punya pilihan ke 2. Biar ga bingung dan gegana saat ticket war.
The second thing is that, ask your parents' permission. Ini yang paling penting, terutama buat kalian yang tinggal jauh dari venue apalagi luar kota. Omongin baik2 ke ortu. Kalo kita udah ngomong baik2 pasti diijinin kok.
Dan sebelum tiket war, kita bisa coba simulasi booking tiket konser idola lain. Waktu itu EXO juga kebetulan mau konser bulan November. Kebetulan juga tiketnya di jual di tiket.com. Jadi aku coba buat ikut tiket war EXO, dan dapat 1 tiket wkwkwk di coba sampe proses pembayaran, disana kalian bisa tau metode pembayarannya apa aja. Ada banyak metode pembayaran, bisa transfer bank, credit card, indomaret, dll. Biar lebih well prepared.
Selain itu kalian juga harus aktif cari2 informasi di fan page2 IG or Twitter. Ada banyak informasi penting dan bermanfaat yg bisa kalian dapatkan. Misalnya, teman nonton konser, teman ajak nginep bareng, dress code, group chat dll. Aku berani buat beli tiket padahal belum punya temen dari Bali karena dari info taun lalu, IC INA buat grup2 berdasarkan kota kita, nanti kita bisa masuk ke grup dan ketemu temen dari 1 kota. Enak kan, makanya berani. But.... ternyata tahun 2019 beda. INSEONESIA/WINNERUNIONINA buat grup nya per section. Jadi adanya grup Blue Section, Pink, Yellow, Green, Purple, and Package. But, aku tetap yakin si pasti ketemu temen walo sempat gegana selama 2 bulan karena takut ga ketemu teman dan berakhir tiket di jual :')
Syukurnya aku ketemu 1 temen di grup Blue Section yang dari Bali. Wahhhh seneng bangetttt!!! Aku iseng2 buka Twitter dan ada salah satu fan fage buat survey untuk IC yang nonton konsernya W. Dan lewat itu aku kenal 1 org juga, dia beli yg package (same section but different group chat).
Singkat cerita, akhirnya aku bareng 1 hotel sama temen yg di Twitter wkwkkwkwk mengejutkan emang. Kita nginep di Century Hotel, dekat banget sama venue nya. Cukup jalan kaki aja. Ternyata Team Winner ada yg nginep di Century juga, heboh kan. Pastinya W ga nginep disana juga... :')
Dan yg harus kalian siapkan adalah tiket pesawat atau tiket transport apapun yg kalian pilih untuk berangkat. Aku booking tiket pesawatnya di tiket.com jga, lagi ada promo hehehe belinya di bulan yg sama, gila, habis gajian langsung tekor wkwkwk nggk dong
Kita IC se Bali berangkat dgn maskapai yg sama, Citilink, dan di jam yang sama pula.
The last preparation is baju2, sepatu, dll yg mau dibawa nanti. Aku saranin si pake pakaian senyamannya aja. Waktu itu aku pke black skinny jeans, T-shirt Navy (because the dress code is blue-black), sama bawa jaket (jaga2 malamnya hujan, dan beneran hujan malemnya waktu tu, bahkan ada petirnya), aku pakein bucket hat juga dan sepatu (biar enak loncat2 nanti). Dan jangan lupa bawa uang cash sesuai budget yaa, aku si ngabisin sekitar 500k disana selama 2 hari.... but it's worth
!!!
Next Part 2 bakal aku post nanti, hehe
Thank you for reading this post!!!