Hello, I'm back.
Aku ingin sharing tentang diriku yang seorang Belieber. As you know that Belieber is the name of Justin Bieber's fans. His truly fans. Belieber adalah orang-orang yang mendukung karya-karya Justin Bieber dan tentu saja menikmatinya. I think all people like his songs. Just admit it! LOL.
![]() |
| This is an edited pic that I did when I was 15 y.o. :'D |
Aku udah jadi Belieber sejak 2009, I guess, saat dia rilis lagu One Less Lonely Girl. Aku benar-benar menyukai lagu itu. Aku mendengarkannya di radio, radio favoritku di Bali, Phoenix Radio. Aku pikir Justin itu cewek karena suaranya itu benar2 lembut dan adem banget. Waktu itu dia masih kecil dan belum puber, so his voice is kinda cute. Sampai suatu hari kakak meminta ku untuk menemaninya ke warnet untuk buat tugas, disanalah awal aku tau Justin itu cowok, cowok yang cute dan tampan. Agak shock juga si. Sejak saat itu aku search2 information about him. Until he released his famous song Baby. Like who doesnt know that song? Lagu yang benar2 bagus dan irama yang ceria, walopun lu ga ngerti artinya tapi lu tetap suka. Itulah yang aku rasakan. I'm so bad at English at that time. But I love that song, that English song by Justin Bieber. From that time, my life also changed a little bit. Aku jadi suka ke warnet, dan tau kan dulu internet tu ga secanggih sekarang. Untuk menonton Music Video Baby yang kira2 3 menitan itu perlu waktu 30 menit karena sinyal yang sangat-sangat jelek. Dan aku dengan setia dan sabar menonton MV 3 menitan itu selama 30 menit. Aku juga sering2 ke warnet untuk akses2 apapun di internet. Aku belajar dengan cepat, waktu itu aku sangat takjub dengan internet, terutama google. Waktu itu aku masih kelas 2 SMP kalau tidak salah, dan aku belum punya komputer di rumah, di sekolah pun fasilitas internet dan komputer masih sangat terbatas. Pokoknya dulu rajin banget ke warnet, main game lah, cari2 info2 Justin, dan disanalah aku belajar buat akun sosial media which was Facebook. Aku banyak punya akun FB waktu itu, dulu masih agak gaptek dan katrok, jadi masih belum leluasa untuk main internet apalagi sosmed. Di warnet itu juga aku belajar tentang cara mendownload lagu, dibantu sama mbak2 warnet si hehehe. Mbaknya baik banget si mau ajarin dan bahkan ngasi banyak file mp3 yang dia punya.
One day, Justin ngadain world tour dan Indonesia adalah salah satu negara yang dia kunjungi. Waktu itu dia benar2 populer dikalangan anak2 remaja macam gue. Indonesia yang negara kepulauan membuat ku agak sadar diri kalo mau nonton konsernya Justin perlu banyak uang. Uang untuk tiketnya yang dulu kalo ga salah seharga sejutaan, which was a very very much money for me at that time, then the transportation needs lots of money too n aku masih berstatus anak SMP. Aku tidak berharap banyak juga, sudah sadar diri waktu itu. Ditambah aku yang duduk di kelas 3 SMP akan menghadapi Ujian Nasional sehari setelah konser Justin diadakan. Memang waktu itu belum waktunya :')
Time flies, aku udah jadi anak SMA dan kegilaan ku sama Justin Bieber masih tetap sama. Dulu aku sampe tau rumah sakit mana Justin dilahirkan, sampe selimut ungu yang dipakaikan kepadanya waktu dia lahir dan ungu menjadi ikonnya Justin. Dan warna ungu menjadi sangat populer dan bukan lagi warna yang dikesampingkan. Kalian tau kan ungu itu di artikan sebagai warna janda. Gila memang, gimana bisa warna ungu diasosisikan dengan janda. Sampe sekarang pun ungu menjadi warna populer. Intinya aku banyak dapat info2 spesific tentang Justin. Where did I get that info? Dari sosmed like Facebook. Aku sendiri heran dimana fans2 itu mendapat info kayak gitu. And aku juga baca2 tentang Justin yang follow fans di twitter. So, aku juga ga mau ketinggalan, aku buat akun twitter tahun 2009 padahal waktu itu aku benar2 tidak tau bagaimana menggunakan twitter, aku ga ngerti maksut RT RT ditwitter itu apa. Dan waktu itu aku sempat buat tweet ke Justin minta agar dia follback aku di twitter. Asli ngakak waktu baca tweet itu :'D Oww iya, waktu SMA bapak beliin laptop buat aku dan kakak ku. Dan disana kegilaan ku semakin menjadi2 LOL :'D (gila yang postif ya). Waktu itu masih pakai modem buat bisa akses internet, dan itu sudah cukup buat aku bahagia karena ga harus ke warnet lagi. Jika kalian tau akun FB ku, disana ada banyak foto2 tag Justin Bieber dari beberapa fanpage di Facebook, mungkin ada ribuan foto Justin yang di tag di akunku.
Perjalanan Justin menjadi seorang bintang yang bersinar sangat terang waktu itu benar2 menarik perhatian banyak orang. Maka dari itu Justin buat buku yang ditulis sendiri dengan judul "First Step 2 Forever". Aku masih ingat Angel, seorang penyanyi jebolah Idola Cilik, merekomendasikan buku itu, dan dia bilang buku itu wajib dimiliki oleh Belieber. Aku yang ga tau dimana dan bagaimana bisa dapatin buku itu hanya menonton dengan seksama. Until one day, kakak ku mengajak ku ke Gramedia. Rencana awal nya aku mau beli tas sekolah, but I saw that book! Buku itu dijual di Gramedia. Tanpa pikir panjang, aku langsung beli buku itu dan batal beli tas sekolah :'D. And you know what? Magic always happens to me from that moment. I'll tell this story next time, because this post only focus about Me as A Belieber. Dan seorang penulis biografi yang pernah menulis biografi Michael Jackson juga menulis buku tentang Justin Bieber.
Ada banyak hal positif yang aku dapatkan dari semua hal yang aku alami selama menjalani hari2 dimana aku menyukai Justin as my fav singer. First, wawasan ku tentang dunia menjadi sangat luas dan terbuka. Waktu kuliah dulu, dosenku meminta kita untuk membawa barang berharga yang kita miliki dan ceritakan kenapa barang itu berharga. Aku membawa buku itu, buku Justin, ke kelas dan mengatakan ke dosenku dan teman2 bahwa buku itu berharga untukku. Sebenarnya bukanlah buku itu yang berharga, buku itu sebenarnya hanyalah salah satu bukti fisik. Karena aku ngefans sama Justin juga aku jadi belajar Bahasa Inggris dengan tekun. Aku adalah siswa yang membenci pelajaran Bahasa Inggris waktu kelas 1 SMA. Aku menulisnya sendiri di buku paket Bahasa Inggrisku, kalo aku tidak menyukai pelajaran itu, which was actually because of my attitude and motivation played the role at that time that made me hate English. Setelah aku sadar bahwa di era yang maju dengan kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi, and I live in Bali, English is very very important. Tiba2 saja waktu kelas 3 SMA aku mendapat inspirasi untuk tekun belajar Bahasa Inggris. Aku ikut kursus Bahasa Inggris bersama sahabat ku. And there's funny story of it, almost all students di tempat les itu ikut kursus karena ingin bekerja di hotel dan restaurants. Dan aku? Salah satu alasanku adalah karena aku ingin bertemu Justin Bieber dan bisa berbicara dengannya. Ketika aku baca catatan les ku, sumpah aku ngakak sendiri dan heran sama diri sendiri. Tapi tentunya ada alasan lain kenapa aku ikut les, aku ingin melanjutkan study di Undiksha, which I did, dengan jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Aku selalu takjub sendiri setiap mengingat momen2 itu. Aku yang terkenal sebagai siswa yang yaa cukup pintar matematika :'D dan memilih jurusan IPA di SMA memilih kuliah jurusan Bahasa Inggris. Dan aku melakukannya, dan aku melewatinya.
Menjadi fans Justin juga banyak membantuku dalam menyelesaikan tugas2 sekolah dan kampus. Sebagai fans, kita pasti tau nama lengkap idola kita, tanggal lahir, alamat, dan other basic info about our idol, so waktu ujian praktek Bahasa Inggris SMA aku menceritakan biografi Justin yang kebetulan waktu itu guru meminta untuk menceritakan biografi seseorang. Dan ujian itu berjalan dengan sangat mudah, aku ingat dengan sangat baik tentang hidup Justin, dan aku mendapat nilai yang memuaskan waktu itu. Kemudian waktu kuliah juga sama, aku sudah ceritakan diatas hehe dan ada beberapa tugas yang aku buat tentang Justin which I already forget about it. Ketika kita menceritakan hal2 yang membuat kita bahagia, semua terasa menjadi mudah dan menyenangkan. Dan itulah yang aku rasakan waktu aku membuat tugas2 itu LOL.
Menjadi seorang fans itu tentu tidak hanya membahagiakan, tapi ada juga momen menjengkelkan which is di bully teman. Syukurnya aku memiliki telinga yang cukup tebal LOL. Aku tau diri bahwa aku adalah seorang penggemar. Aku menyukainya tapi bukan berarti aku ingin memilikinya. I'm professional enough about that case LOL. Walaupun emang agak jealous sama pacar2 Justin hehehe. Aku membaca kisah hidupnya dan mengambil sisi positifnya. Aku juga tau bahwa idolaku itu juga seorang manusia seperti ku. Dia bukanlah Tuhan yang sempurna. So when Justin did some mistakes and people started to hate him bahkan sampe dia depresi dan ambil jeda dari dunia hiburan, aku masih mendukungnya. Itu adalah tantangan dan pelajaran untuknya, which I can learn from his experience too. Tapi sekarang dia sudah balik lagi ke dunia hiburan dan merilis album dengan judul CHANGES. Aku rasa, musik Justin terus tumbuh sesuai dengan perjalanan hidupnya. Aku pun tumbuh seiring dengan perkembangan lagu Justin juga. And I'm so proud of it.
Dan tentunya menjadi penggemar Justin membuat ku memiliki mimpi2 besar dan I'm on the way. Ada banyak berita buruk tentang Justin dulu, tapi tidak banyak yang tau hal2 positif yang dia lakukan. Salah satunya adalah dia membangun sekolah di tempat terpencil yang bernama "Pencil of Promise". Saat aku baca info itu di Instagram yang di post oleh seseorang yang juga ikut dalam pembangunan sekolah itu. You can find that information on google. Becoming his fans made me see many new perspectives about life. Sekali menjadi Belieber, maka selamanya akan menjadi Belieber. And I'm so happy that he found his wife, Haily, which is a Belieber too. Justin pernah bilang dia mau menikah di usia muda dan menikah dengan seorang Belieber. And he did it. His music is really really good, and I'll keep supporting him.
This is just some highlights that I wanna share. I've been a Belieber since 2009 which is already more than 10 years. Aku masih menempel poster Justin di kamar ku LOL. Sejak aku berumur 13 tahun sampai sekarang 23 tahun, soon 24 this October. Ada banyak momen2 lucu juga dan tentunya ada masa aku tak menggebu2 hanya tentang Justin karena aku juga punya kehidupan sendiri. But of course, he gives significant impact into my life ❤😁 Anyway, I got inspiration to write this post because I'm bored staying home. Please give your magic dust so I can watch his concert soon!
Thank you for reading! And how about you? Do you like an idol?













